The road to Motherhood…

the struggles i'm facing… the chances i'm taking… sometimes might knock me down… But no, I'm not breaking…

5 years TTC

In Summary

2005 – We got MARRIED 😀

2006 – Dr Indra Anwar
Observation method: USG Transvaginal.
Diagnosed with NOthing ❓
Treatment: Nothing other than tons of advice.

2007 – Dr Joso Prawiro
Observation method: USG Transvaginal, Monitoring ovulation time, Blood tests (hormone, TORCH), HSG to check fallopian tubes (result: both are patent), DH: Sperm Analysis.
Diagnosed with immature eggs, DH: Oligozoospermia, Teratospermia, Asthenozoospermia.
Treatment: Clomid (6 months), DH: Whole bunch of vitamins *can’t remember the name*.

2008 – Dr Jacoeb, Dr Indra Mansyur
Observation method: USG Transvaginal, Blood tests (hormone monitoring on the specific date during the cycle), mikrokuretase, DH: Sperm Analysis, Blood tests (hormone, imuno-andrology *if i remember the name correctly*).
Diagnosed with Overweight that cause imbalance hormone and eggs become immature, DH: same as before due to imbalance hormone.
Treatment: refered to dokter ahli gizi (nutritionist ??) with aim to reduce weight 6Kgs, Paternal Leukocyte Immunization (PLI), DH: Whole bunch of vitamins and medications to balance the hormone *can’t remember the name*.

2009 – Prof Peter Braude, Dr Jan Grace
Observation method: USG Transvaginal, Blood tests (hormone, sexually transmitted infections *STI*), DH: Sperm Analysis, Blood tests (hormone, STI).
Diagnosed with Polycistic Ovarian Syndrome (PCO), Anovulation, Polyp on the womb’s lining, DH: same as before, varicocele
Treatment: Hysteroscopy to remove the polyp, IVF (failed 😥 -watch out for coming note about experience on IVF in UK), FET (failled :cry:).
Interesting facts
💡 mentioned by these doctors: the imbalance hormone is normal and there’s no such medications can cure that. people’s hormones change everyday, thus impossible to make them balance all the time. Taking medications to balance the hormone is just a waste of time and money 😎
During one of the transvaginal ultrasound, the doctor said that my uterus shaped like a heart. Did not understand what’s that suppose to mean until Dr Ivan (next doctor), said it is what they called as Retroflexed Uterus. Docs said retroflexed uterus happened in many women and it is not stopping woman to get pregnant (thus no treatment need to be done). However, I read in google that retroflexed uterus makes the sperm has to do more effort in order to reach the eggs. Hmmm.. what a bad luck for oligozoospermia situation. But I also saw some notes on google saying that it can be solved by using some certain positions during intercourse which seems to work.

2009 – Dr Ivan Sini
Observation method: USG Transvaginal, Blood tests (hormone), DH: same as before – only this time the volume of the sperm had improved.
Diagnosed with PCO, Polyp in the womb’s lining (apparently the last hysteroscopy didn’t remove the root of the polyp), Retroflexed Uterus, Myom that doesn’t seem to disturb because the location is far away from where the embryo will/should be implanted.
Treatment: IVF (failed 😥 – will soon write a note about experience on this. watch the page!).

2010 – Dr Ivan Sini (currently going on and future plan)
Treatment: Forbetes (metformin -a diabetes medication- that some studies said can reduce PCO and then trigger normal ovulation), Laparoscopy (clean up the polyp’s root, check the existence of endometriosis and clean it if there is, ovarian drilling to trigger natural ovulation and reduce risk hyperstimulation during IVF later).
I’m currently on Forbetes and have been scheduled for the Laparoscopic surgery on the 15 Jan.

Fiuhh… what a five-year.. and still going on!! I’ve just realised *when i was writing this note*, that i’ve been going through so many scary procedures that involved many needles and much pain. We started from not knowing anything and now have become quite advanced with all the fertility jargons mentioned by the doctors :wink:.

There have been many tough times, but we still do believe that there’s a baby somewhere out there flying in heaven waiting for us. So we are not going to give up :mrgreen:. Keep hopping, keep praying, keep trying…

Advertisements

21 Comments»

  Anggi Karimuddin wrote @

Caiyo ya Nitya and Hendra.. ^_^ Btw dr. Ivan ini emang favorit ibu-ibu loh. Selain dari yang katanya ganteng, emang orangnya asik banget. Dan ternyata anak 8 juga yaaah.. Hehehehe.. 8 memang dimana-mana.. 😆
Emang bener ya kalau sama dr. Ivan bisa bantu kita nentuin gender si baby? Banyak yang nanyain Nit..
Oh iya, pernah denger Prof. Endy Moegni? Itu juga katanya bagus Nit.. Tapi dr. Ivan udah asoy berat ko.. 🙂
Sukses yaaaaaa.. 🙂

  nityaanindita wrote @

Dide thanks ya for the support.. means a lot for us!!

dr. Ivan emang baik banget dan menyenangkan banget orang nya de.. sampe kadang lupa kalo dia dokter gw hihihi 😀 menurut gw dia pinter banget menempatkan diri sebagai teman kita jadi kita juga enak dan santai kalau mau diskusi atau nanya2, dan juga jadi nggak ngerasa takut… udah kayak temen aja.. santai abislah pokoknya sama dia. nggak heran kalo ibu-ibu juga pada demen de hehehe…

Tentang nentuin gender baby, gw nggak tau kalau natural conception. Tapi waktu itu gw pernah nanya pas IVF pertama sama dr. Ivan, bisa nggak kalo gw pengen nentuin gender. Dia bilangnya technically bisa melalui PGD, but they won’t do PGD for the shake of choosing gender. So I guess the answer is a NO…

Iya de sering denger tentang Prof. Endy Moegni ini… tapi untuk sekarang gue masih happy sama dr. Ivan aja 🙂

  ekSinads wrote @

Hallo, salam kenal 🙂 Salut utk usahanya… Jgn menyerah yaaa…

Oh iya, bukannya mau sok tahu/sok alim, tapi saling mengingatkan, jangan lupa usahanya diiringi dgn berdoa 🙂 karena manusia bisa kasih alasan medis apapun, tp kalau Tuhan sudah berkehendak, pasti akan terjadi….

Moga2 seiring baca blognya, udah ada foto baby lucu yaaa… 🙂

  nityaanindita wrote @

Hallo.. salam kenal juga..
Thanks banget buat masukannya… setuju!! kita yang ada di dunia ini cuma bisa berusaha berusaha dan berdoa, tapi tetep yang diatas yang menentukan 🙂

sering-sering mampir ya…

  fifi wrote @

hi, salam kenal ya, gw fifi kasusnya hampir sama, PCO, rahim retrofeksi, suami astheno tp alhamdulillah berhasil hamil after 3 years of marriage dan sekarang my daughter is two years old, so don’t give up PCO pasti bs hamil

  nityaanindita wrote @

halo fifi…. salam kenal juga.. iiihhhh aku seneng banget dengernya ada yang samaan kaya aku kasusnya, tapi berhasil punya anak.. Semoga ya fi aku bisa ketularan kamu juga. Fifi bisa punya anak pake treatment atau natural aja? dr nya dr Ivan juga ya fi.. share-share ya fi.. biar kita semua yang lagi berusaha jadi lebih semangat 🙂
Thanks.

  fifi wrote @

nitya, alhamdulillah aku berhasil hamil pas mau cb insem jd msh natural cm dgn bantuan obat, iya aku pasien dr ivan jg, he’s the best deh.. aku doakan semoga segera menyusul ya amiiin

  Nita wrote @

halo 🙂 tenang sayang, I know someone yg berhasil setelah IVF di Malaysia (setelah indonesia dan amerika). Untung udah di tangan yang benar kan 🙂 kudoakan!

  nityaanindita wrote @

terimakasih bgt doanya ya!!! 🙂

  Wulan wrote @

Halo Nitya, salam kenal.

Sebelum menikah, aku dah terkena tumor tiroid. Pengaruh ke jantung, psikis, spt Oprah Winfrey berulang kali sampaikan. Mungkin awalnya pas kena penyakit gondong, karena hari raya ga ke Dokter, ga tau ternyata penyakit itu, yang dulu taunya biasa aja, ternyata sebaliknya. Kr sesuatu hal, aku pengobatan alternatif tahun 2000. Kalo mengenang ini, agak menyesal juga, penanganan, ketidakmengertian, forget it akhirnya.Mudah2an pengobatan alternatif ini juga, aku yakini berhasil, daripada mikir macem2. Aku juga sempet jadi vegetarian u menunjang pengobatan.

Tahun 2001 haidku yang dah gak teratur, sampe puncaknya, 6 bln ga dtg, bdnku yang kena hiper tiroid kurus, secara drastis naik > 10 kg. Panik aku ke Dokter Laila di Medistra, rekomendasi temen, orangnya sabar banget dan dipilih pemeriksaan yang sesuai karena aku belum merit. Mulailah pemeriksaan dan minum obat2 an hormonal, yang setiap minum, dah berat kepala, mual, macem2 rasanya. Yang terkenang dari Dr Laila, sehubungan banyaknya pemeriksaan yang telah dan akan aku jalani, tanya aku ada asuransi kesehatan gak, begitu tau jumlahnya limited dan mau habis, apa yang beliau lakukan, kasih pengantar untuk pemeriksaan lab2ku di makmal yang low cost. Hasilnya dibawa ke RS. Pasiennya banyak, nunggu jadwalnya lama, jumlahnya pasiennya dibatesin karena orangnya teliti, 1 pasiennya bisa lebih 1 jam ditangani. Sampe tengah malem kadang aku di RS.

Tahun 2002 aku mulai konsen berobat karena mu merit. Sebelum merit calon suamiku dah menerima kondisiku apa adanya.
4 bulan setelah kita menikah aku mulai program di Dr Laila. Kami gak nunggu lama setelah menikah u program karena melanjutkan yang sebelum nikah. Lebih leluasa nih pemeriksaannya, bisa USG trans v.Slain hormon2 yang abnormal aku terkena PCO-kista di dalam ovarium, seperti anggur, penebalan dinding rahim,dll aja deh (habis kata Dokter kantorku, saat liat med rec, sebagian info kusampaikan, karena aku pernah bleeding di kantor, tega ya ngomong gini, ya ampun Mbak….. kasihan amat, macem gitu). Syp yang mau ya. Lagi2 u labnya kami bisa lakukan di mana aja, mungkin lihat ya suamiku PNS, he he

Tahun 2003 akhir aku diberi pengantar oleh Dr Laila ke Dokter Wahyu – RS Bunda, karena ahlinya laparaskopi. Next, kami berobat ke Dokter Wahyu, pasiennya juga buanyaaak banget. Akhirnya ditentuin waktu operasi untuk ambil kistaku. Aku menunda karena mau jual mobil dulu, siap2 aja kalo setelah operasi ada tindakan2 lanjutan. Saat menunggu, aku direkomendasi temen untuk ke Dr Albert Lembong, di Medistra. Dr Lembong menangani PCO ku dengan obat2an,ktnya baru dioperasi berbarengan saat melahirkan, difokuskan untuk hamil dulu. LMasalah lainnya gak begitu diperhatikan. Dr ini agak hati2 dengan operasi. Nah di sini kami program intensif, bermacam2 pemeriksaan, terapi obat2an, kami belum berhasil juga. Secara umum kami cocok dengan Dr Lembong, beliu kemudian merekomendasikan ke Dr lainnya. Setelah beberapa kali konsul, periksa lab, berapa bulan ya, aku lupa, Dr ini akhirnya memberi pengantar ke Klinik Melati – Har Kit.

Lewat semester II th 2004, aku mulai program di Melati.Awalnya bingung juga, di klinik ini kok gambar bayi kembar banyak, ternyata arti Melati adalah Melahirkan Anak Tabung Indonesia.Kami ditangani tim dokter. Mulai lagi pemeriksaan macam2, tetep semangat..Walaupun di saat2 tertentu timbul rasa lelah.

Karena padatnya jadwal pemeriksaan (sejak Oktober 2004), aku putuskan awal 2005 aku mengundurkan diri dari kantorku di swasta-cutiku 1 th cuma 7 karena banyak cuti bersama dan gak ada toleransi. Iseng2 juga nih tahun di tahun 2004 daftar PNS, walaupun fokusku berhenti kerja, “program”, ke depannya mencoba bisnis. Saat akhir 2004, malem ke 29 Ramadhan, aku iktikaf, saat itu, aku merasa amat bersyukur, Tuhan telah memberiku anugerah kehidupan berumah tangga karena sebagian lain kucoba liat sekelilingku, temen2ku masih menunngu memasukinya. Kurasakan mengalir di hati rasa syukurku tak terkira.. Ditambah suami yang begitu baiknya menerima kondisiku apa adanya. Aku pun bertaubat, selama ini aku selalu meminta, dan aku melupakan bersyukur. Akhirnya, aku ikhlas, aku percaya Tuhan Maha Baik, tau batas kemampuanku untuk menunggu. Setelah pulang perasaanku tenang, pertanyaan keluarga, lingkungan, yang kadang menyakitkan hati, seperti “gak mau punya anak ya”, jangan ditunda2, pengen karir, mandul, dll (padahal aku sedang usaha kemana2), biasa aja rasanya, aku bisa tersenyum sebenarnya. Langkahku ringan. Akhir 2004, kami berencana ke Singapura pengen tau sebenarnya apa masalahku. Tapi bersamaan lulus PNS, sibuk urus surat2ku, aku berpikir kalo lulus berarti jalanku nih. Nah,untuk sementara aku off di Melati karena urusan PNS, selain itu kerjaan ini diperlukan untuk mensupport ‘usaha’ kami dan ada toleransi, mungkin di PNS, u urusan kesehatan.

Januari 2005, atas saran mama mertua, aku ke alternatif, setelah sebelumnya selalu menolak saran2 ini. Kufikir, coba ah 1 alternatif. Aku masih inget, ada 3 mcm obat, kami pilih yang tengah2 biayanya 900 rb diminum 50 hari. Selama pengobatan alternatif dan pertengahan atau selesai diklat PNS (rencananya akhir Jan 2005 mulai diklat PNS selama 3 bulanan) , aku berencan kembali ke Melati.

Aku mulai diklat 7 Feb 2005, saat diklat beberapa kali makanannya gak sesuai dan berpengaruh ke perut. Mulai Maret aku merasa mual, pusing, seperti keracunan makanan Terakhir makan sate, banyak temen2 sakit, aku ke Dokter Umum, aku dikasih obat pencuci perut. Tapi suamiku melarang, justru menyarankan test pack, hasilnya, Tuhan Maha Besar, aku positif. Sebelumnya, suamiku melihat kondisiku yang dirasakannya super sensitif, lemah, gak doyan makan. Aku kembali ke Dokter Lembong dan positif sudah 10 minggu, kaget juga karena terbiasa haid tidak normal. Dokter ini super santai, meyakinkanku aku kuat, aku boleh naik motor bareng suami, karena rumahku jauh di Bekasi kantorku di Slipi, tetep gak pake pembantu, katanya kandunganku kuat, tetep aktivitas normal aja, biar sehat babynya katanya. Terakhir, kontraksi aku di kantor, langsung ke RS, 2 hari kemudian lahir, Belum punya cuti masih calon PNS, tapi dikasih ijin atasan 2 bulanan.

27 Oktober 2005, lahirlah bayi laki2 kami, Rafi Algihari (kata ayahnya artinya Anak Lahir PaGI haRI), 18 hari kemudian aku bawa pendidikan, 3 bulan kemudian aku bawa ke daerah karena tugas.

Tahun 2007 aku bleeding, bukan karena hamil, agak menakutkan, dan kembali ke Dr Laila, agak takjub mendengar aku sudah punya anak. Beliau terharu, Tuhan Maha Besar katanya, dan katanya lagi, saat aku bersyukur, memasuki relung hati, dan timbul rasa ikhlas begitu mendalam, saat itu energi positif mengalir. Taubatku menenangkanku. Hormon2ku yang abnormal bekerja ke arah normal. Kista dan lainnya aku juga gak tau, tapi yang aku percaya, rasanya memasuki aliran darahku, Apa Yang Tuhan Kehendaki Terjadilah.

Aku berharap dan berdoa semoga Nitya memperoleh anugerah Nya, memperoleh momongan yang meramaikan rumah, yang menjadikan kita lebih dekat kepada Nya. Amin. Janga pernah menyerah ya…. Tetep semangat…. Tuhan selalu menyertai setiap usaha hamba Nya…Amin

Saat menulis blog mu aku sudah 2 minggu flek, 2 minggu ini haid ga berhenti, seperti kejadian 2007, yang akhirnya kuret untuk biopsi jaringan. Mudah2han gak ada masalah yang sekarang. Deg2an juga.Amin. Oh iya, tahun 2008 kemarin aku program juga, 1 tahun tapi belum berhasil, keburu suamiku sekolah.

  nityaanindita wrote @

Mbak Wulan, Subhanallah aku berlinang air mata ngebaca perjuangan Mbak Wulan.

Semoga aku bisa diberikan kekuatan, keikhlasan, dan semangat yang berujung kebahagian seperti mbak Wulan. Amin.

Thanks for sharing ya mbak. Ini bener2 jadi semangat buat aku dan temen2 yang lain yang sedang berusaha juga.

  suryani wrote @

Buat nityaanindita,salam kenal dr ceritamu,aku jd tertarik buat konsul dgn dr ivan sini jg.skg aku sih psien dr indra tp baru ktm sekali.bu aku mau tanya,itu ovarian drilling mtode baru ya buat pco?tp dr ivan sudah srg lakukan?aku pgn jg dilaparos sama dr ivan sblm ivf ku yg kedua

  nityaanindita wrote @

Halo mbak Suryani, salam kenal juga.

Waktu dr Ivan bilang tentang ovarian drilling buat mengatasi pco, aku langsung research di internet. Ternyata sudah banyak juga yang menggunakan metode ini untuk mengatasi masalah pco. Aku personally nggak tau dr Ivan udah sering atau belum melakukan ovarian drilling. Tapi aku percaya aja kalo dia pasti mau yang terbaik buat pasiennya dan aku juga yakin aja sama dia.

Mbak Suryani bisa coba aja konsultasi sama dr. Ivan dan tanya2 lebih lanjut ttg ovarian drilling ini.

Semoga sukses ya mbak laparoskopi nya.

  ivana wrote @

hi nitya, salam kenal….
aku salut banget ama perjuangan mbak….saya yakin semua indah pada waktu nya .
don’t ever give up ya mbak
saya jg pasien dr ivan, n saya di vonis pco jg..btw after treatment 3 month finally i’m pregnant….sebelumnya juga saya ada ikut treatment akupuntur…tp yg terpenting jgn lupa olahraga dan kurangi makanan yg berkarbo tinggi…kl boleh aku saran perbanyak konsumsi buah stwaberry n boleh jg nyobain kelapa ijo….

  nityaanindita wrote @

Hi mbak Ivana… salam kenal juga ya…
Aduuuhhhh aku seneng banget ketemu temen yang senasib dan se-dokter dan bisa berhasil programnya..
Semoga aku ngikut mbak Ivana segera ya 🙂 Selamat ya mbak buat Kehamilannya.

  Wulan wrote @

Halo Nitya 🙂
Aku sepupunya Anggi-dide, dan dapet blog ini dari blognya dia. Aku pun udh hampir 5th menikah dan belum pny baby. Dulu pernah jadi, cuma mungkin memang belum milik ya, jd lepas deh 🙂

Aku pun lagi pingin pili2 obgyn lg nih, smpt stres dan berhenti ke dokter buat coba alt lain. Ada rekomen obgyn perempuan yg rekomendit gak? Kebetulan krn aku pake jilbab, agak malu kalo obgynnya cowok, hehe..

Tetap sabar dan berusaha ya Nit, you’re not alone.. *hugss*

  nityaanindita wrote @

Hi Wulan… ayo saling semangatin yah 😉
Kalo obgyn cewe gw blom pernah… ade gw kmrn juga nyari-nyari pengennya obgyn cewe.. tapi dia juga blum sukses nemu obgyn cewe yang pas.

  tias wrote @

alo nitya, salam kenal.
senangnya bisa menemukan blog ini. Merasa ternyata diri ini tidak sendiri dalam menghadapi cobaan belum diberi momongan. Aku juga sempet IVF di BIC sama dr. taufik akhir tahun lalu. Tapi belum berhasil :(( sekarang sedang menata hati dan mental untuk berusaha kembali (karna perjuangan selama IVF masih terasa banget).

Selamat berjuang ya .. *teary eyes* gue juga dah hampir 6 tahun berusaha, i know how it feel dear..

  nityaanindita wrote @

Hi Tias..salam kenal juga…
Yang sabar dan terus semangat yaaa…

  yuli wrote @

hai mba nit.. salam kenal..
aq jg mba dan hampir 5 thn blm mndptkn momongan, mslhku siklus haid yg tdk teratur. dlu dia thn ke-2 perkawinan km slama 6bln berturut2 aq slalu telat haid dan stiap ditespack hsl slalu positif, tetapi stelah di USG dokter obgynku slalu bilang tdk ada janin dirahim aq.. sedih banget rasanya.. diklinik yg pertama kli aq datangi dokterx mengatakan klo aq endometriosis…. sdh therapi namun gagal.
akhirnya aq ke t4 dokter yg lain aq dibilang PCO dan rahim retrofleksi.. sdh mengikuti smua saran dokter namun hingga kesini km blm berhasil.
sekarang siklus haidku semakin g karuan, datang haidku bs 2bln/sekali. aq mau rekomendasikan dr.ivan donk…..
mohon alamat praktek dr.ivan yg sekarang, berhubung aq tinggal didaerah.. trimakasih utk smuanya aq senang sekali membaca blog ini.. membuat aq semakin yakin,percaya,dan bersemangat…. semoga Allah selalu melindungi kita smua dan mempermudah jalan kita utk mendptkan buah hati.. Amin…

  nityaanindita wrote @

mbak yuli, dr ivan praktek di klinik morula di Bunda International Clinic (BIC) di Menteng.
Lebih jelas lagi info nya bisa dilihat di website nya http://morulaivf.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: