The road to Motherhood…

the struggles i'm facing… the chances i'm taking… sometimes might knock me down… But no, I'm not breaking…

Why this blog?

Setelah di vonis oleh dokter(-dokter) kalo chance ku & suamiku buat bisa punya anak secara normal sangat keciiiil sekali (some of them said ‘miracle’) dan sangat dianjurkan untuk bayi tabung (IVF), selain kaki rasanya lemeeees banget… hati rasanya nggak keruan… dan airmatapun menetes… tapi kita juga nggak menyerah dan meberanikan diri buat googling untuk mencari tau soal bayi tabung ini.

Ternyata dari hasil googling kita nggak cuma dapet informasi tentang bayi tabung itu sendiri, tapi juga find out that actually there are looots looots of people out there yang senasib sama kita. It might mean nothing for other people, but for us it’s like a huge moral support and a ‘lift’ to a ‘better’ place, reading people’s story and knowing that we are not alone. Dulu sempat ngerasa kalo kita ‘nggak normal’, tapi sekarang.. apalah arti tidak normal kalo sejuta orang diluar sana juga mengalami hal yang sama dengan kita.

Selama ini udah join banyak infertility forum di internet, but have never gotten enough courage to share my whole story to the world. Through this blog, i will share every single thing that we’ve been through.. our thoughts, treatments, opinions, stories, dan bahkan cerita-cerita nggak penting :wink:. I do really hope this will help other people in the same conditions like us, just like how others have helped us before.

Ayo semangaaattt…. perjalanan masih panjang!! kalo orang jawa timur bilang rawe-rawe rantang, malang-malang putung 🙂

Advertisements

8 Comments»

  Rita wrote @

Hai, aku follow blog ini ya. Saya juga lagi berjuang di tahap yang sama dengan Nitya :).

  nityaanindita wrote @

Halo Rita… Boleh banget dong 🙂 sama-sama semangat yaaa

  icut wrote @

Hai Nitya…aq follow blog-nya ya 🙂 bener2 memotivasi cerita n pengalamannya..inspiring 😀
btw blh nanya gak.., aq kan baru rencana mau coba IVF di jkt, mslhnya hubby jauh (gak di jkt..), kl program IVF apa hubby jg diperlukan full di jkt ya slm prosesnya ? (krn gak memungkinkan dia utk bisa cuti lama2)
thanks ya..

  nityaanindita wrote @

Hi Icut.. pada saat IVF, sebenarnya suami hanya perlu ada satu hari pada saat Ovum pickup. Ini biasanya sesudah stimulasi. Dihari itu sel telur kita dan sperma suami di pertemukan di Lab. Ini dengan catatan suami bisa menghasilkan sperm yang normal secara alami.

Pilihan lain, adalah freezing sperm pas suami ada di jakarta. Jadi nanti suami nggak perlu lagi ada di jakarta pas Ovum Pickup. Yang dipakai adalah sperma yang di freezing.

Waktu aku insem pertengahan tahun ini, ketemu orang di BIC yang lagi insem juga, sperm suaminya di freezing dan dikirim dari Jerman ke Jakarta karena suaminya di Jerman dan nggak bisa pulang. Hehehe aku nggak kebayang tuh gimana. tapi yang jelas ada tuh yang bisa juga.

Kalau dokter sih sebenernya lebih prefer dan menyarankan fresh sperma daripada frozen. karena pada saat di defros ada kemungkinan sperma nya ada yang tidak bertahan.

Selain itu sebenernya suami hanya ada buat moral support hehehe…

Sukses ya buat IVF nya.. semoga lancar dan berhasil 😉

  icut wrote @

huwaaa…gimana cara dikirimnya ya itu scr jerman jkt jauh bgt..hmm salut ama teknologi skrg 😀 … Makasih ya Nit buat infonya..smg kita smua yg lg berjuang sama2 berhasil 😉

  Astrid wrote @

Nitya.. Thank you for sharing. Quoting your statement : apalah arti tidak normal kalo sejuta orang diluar sana juga mengalami hal yang sama dengan kita, saya salah satu yang sejuta itu hehehehe… I’ve been married for 5 years, never did a full cycle of treatment seriously due to my husband’s schedule, have diagnosed blighted ovum last year. Itu semua nggak ada apa2nya dibandingin dengan perjuanganmu!

Setelah baca semua posting-mu, mulai terpikir untuk ke klinik morula dan serius treatment, insem, atau bayi tabung kalau memang memungkinkan.

Terdampar di blog ini karena lagi cari referensi mengenai freezing sperm mengingat suami yang jarang ada di Indonesia, ternyata memang banyak jalan menuju Roma ya. Tapi sekali lagi manusia bisa berusaha, Tuhan-lah yang menentukan. Semoga semangat kita nggak pernah hilang, and the babies come soon to us 🙂

Good Luck 🙂

  nityaanindita wrote @

hai astrid. freezing sperm bisa kok di BIC. waktu itu suami aku juga sempet freezing sperm disana. coba aja cari tau. sekarang udah banyak fertility clinic di jakarta yang offer sperm freezing. good luck dear! 😉

  Astrid wrote @

Trima kasih infonya, bikin mantap untuk pindah ke BIC (atau sekarang morula IVF ya namanya? yang udah ada gedung sendiri)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: